Hidrometri Pengertiannya dan Kegiatan Pengukuran Hidrometri

Secara umum, Hidrometri adalah ilmu yang mengukur air atau mengumpulkan data dasar untuk analisis hidrologi. Dalam analisis hidrologi, analisis ini hanya akan digunakan untuk mengumpulkan data aliran sungai yang paling dibutuhkan, yaitu tinggi muka air dan debit aliran.

Garis besar hidrologi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari pengukuran air dalam siklus hidrologi, atau ilmu pengumpulan dan pengolahan data dasar untuk analisis hidrologi.

Hidrometri Pengertiannya dan Kegiatan Pengukuran Hidrometri

Stasiun Pengukuran

Tempat yang digunakan untuk mengukur data hidrologi disebut “stasiun hidrologi”, yang utamanya digunakan untuk mengukur ketinggian dan aliran air. Lokasi pemasangan alat pengukur ketinggian air harus dipilih agar dapat mengamati keadaan ketinggian air secara keseluruhan (dari batas terendah hingga batas tertinggi).

Persyaratan lain yang masih perlu diperhatikan adalah:

  • Pilih di sungai yang lurus.
  • Aliran udara seragam dan turbulensi sebisa mungkin dihindari.
  • Bagian sungai stabil tanpa meluap.
  • Tidak terpengaruh oleh kurva air belakang, biasanya terletak di hilir pertemuan antara dua sungai.
  • Mudah dikunjungi setiap saat, bebas dari gangguan tanaman air.

Kegiatan Pengukuran Hidrometri

Beberapa pengukuran yang dilakukan dalam kegiatan hidrometri adalah sebagai berikut :

1. Kecepatan aliran

Kecepatan adalah komponen aliran yang sangat penting. Hal ini karena pengukuran debit langsung (setidaknya dengan cara konvensional) pada penampang sungai tidak dapat dilakukan.

Kecepatan dinyatakan dalam satuan waktu, biasanya dalam meter per detik (m / s). Laju aliran dapat diukur dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan menggunakan pelampung untuk mengukurnya.

Ketika kecepatan aliran perlu diukur dengan ketelitian yang relatif rendah, pelampung dapat digunakan sebagai alat untuk mengukur kecepatan aliran.

2. Pengukuran tinggi muka air

Pengukuran luas penampang membutuhkan tinggi muka air, dan pengukuran muka air dapat dilakukan dengan berbagai alat, tergantung kondisi aliran sungai yang akan diukur. Pengukuran ketinggian air dapat ditentukan dengan echo Perum (Echo Sounder).

3. Pengukuran lebar aliran

Pengukuran lebar aliran juga digunakan untuk menentukan lebar alas saluran yang akan digunakan untuk mendapatkan luas penampang. Pengukuran lebar aliran dilakukan dengan menggunakan perangkat Perum echo (Echo Sounder)

4. Pengukuran debit

Arus atau aliran air mengacu pada aliran yang mengalir melalui penampang sungai dalam waktu. Biasanya, emisi dinyatakan dalam satuan m3 / d atau liter / detik. Arus adalah pergerakan air di sungai. Pada dasarnya perhitungan debit adalah pengukuran luas penampang, laju aliran dan tinggi muka air.

Pertimbangan dalam Pemilihan Lokasi Stasiun Hidrometri

  • Kebutuhan data yang memiliki tujuan dan tujuan
  • Hubungan antara satu stasiun dengan stasiun lain dalam jaringan membutuhkan kecepatan yang sangat tinggi
  • Status keberadaan stasiun ketinggian air, terlepas dari apakah stasiun tersebut memiliki tujuan pemasangan yang berbeda.

Syarat yang perlu diperhatkan dalam memilih lokasi stasiun hidrometri

  • Mudah dijangkau kapan saja, di mana saja
  • berada di sungai yang lurus dan sejajar dengan bagian sungai Dimana terdapat penampang yang stabil pada penampang sungai, jika penampang sungai / sungai dapat diperkuat dengan pasangan bata di bagian sungai yang sensitif.
  • Jika tidak ada arus orang saat banjir, di tepi sungai.
  • aman / tidak terganggu pertumbuhan tanaman air.
  • Tidak akan diganggu oleh bendungan pengembalian.

Nah itu dia beberapa hal yang bisa kita bahas mengenai hidrometri, semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk kamu. Selain itu Anda juga bisa membaca mengenai Pengertian Hidrologi, Jenis – Jenis Dan Siklusnya di sini.