Survei Batimetri Jakarta – Terjadinya Perubahan Garis Pantai

Jasaukur.com – Jasa Survei Surabaya. Saat membuat bendungan tentu saja tidak dapat di buat secara sembarangan ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan supaya bendungan tersebut jadi dengan baik dan tahan lama.

Dalam hal ini, mari kita bahas tentang persyaratan penentuan lokasi bendung. Aspek-aspek yang mempengaruhi pemilihan lokasi bendung antara lain:

Jasa Survei Batimetri Surabaya – Pertimbangan topografi

Lembah sempit dengan huruf berbentuk V dan tidak terlalu dalam merupakan lokasi yang ideal untuk bendung, karena di lokasi ini volume bendung dapat diminimalkan. Lokasi seperti itu mudah ditemukan di pegunungan, namun di daerah datar dekat pantai tentu tidak mudah mendapatkan bentuk lembah ini.

Terkadang jangkauan tengah dapat ditemukan di hulu kaki bukit. Setelah lokasi topografi yang ideal untuk lokasi bendung telah ditemukan, maka perlu juga dilakukan pengecekan topografi daerah tangkapan air.

Apakah medannya curam dan apakah mungkin terjadi tanah longsor. Topografi tersebut juga harus berkaitan dengan karakteristik hidrologi banjir yang akan mempengaruhi kinerja bendung.

Demikian pula, topografi areal persawahan yang diharapkan harus diperiksa. Yang terpenting adalah pengamatan ketinggian ekstensi tertinggi yang harus diairi.

Analisis ketersediaan perbedaan tingkat energi antara elevasi bendung tertinggi di lokasi terpilih dan ketinggian air tertinggi di sawah, serta energi yang dibutuhkan untuk membawa air ke sawah, akan menentukan ketinggian bendung yang dibutuhkan.

Atau, jika perlu, pindah ke hulu atau hilir dari lokasi yang saat ini dipilih. Mengingat ketinggian bendung harus dibatasi 6-7 m untuk menyelesaikan operasi ini.

Bendung yang lebih tinggi akan membutuhkan kolam lompat ganda. Dengan mempertimbangkan topografi daerah tangkapan air dan daerah pelayanan irigasi, maka dapat dipilih lembah yang sempit dan topografinya tidak terlalu dalam.

Jasa Survei Batimetri Surabaya – Stabilitas geoteknik pondasi melengkung

Kondisi batuan dan tanah pondasi bendung harus meliputi formasi batuan yang baik dan stabil. Pada tanah aluvial, kestabilan pondasi ditunjukkan dengan uji penetrasi standar (SPT)> 40.

Jika nilai SPT kurang dari 40 dan batuan keras jauh lebih rendah dari permukaan, tiang pancang dapat digunakan untuk membangun bendung dalam jarak tertentu. Namun, jika tumpukan terlalu dalam dan mahal, lokasi pemindahan harus dipertimbangkan.

Formasi batuan lebih disukai menunjukkan lapisan miring ke atas. Lereng bagian hilir rentan terhadap kebocoran dan erosi alang-alang. Sesar tanah aktif harus benar-benar dihindari, dan gangguan tanah pasif masih dapat dipertimbangkan untuk alasan ekonomi untuk melakukan perbaikan dasar.

Rekayasa geoteknik tebing kiri dan kanan bendung juga harus diperhatikan untuk mencegah kebocoran air dari sisi kiri dan kanan bendung. Perlu dilakukan pengecekan apakah formasi batuan di hilir kolam tahan terhadap erosi air, karena energi sisa air tidak dapat dihancurkan di kolam olak.

Jasa Survei Batimetri Surabaya – Tindakan hidrolik

Jika bendung terletak di sungai yang lurus, kondisi hidroliknya sudah optimal. Pada posisi ini arah aliran air sejajar, hampir tidak ada turbulensi, serta kecenderungan erosi dan pengendapan tebing kiri dan kanan relatif kecil.

Dalam keadaan paksa, jika tidak ditemukan penampang lurus maka dapat dimaklumi bahwa bendung tidak terletak di sebelah kanan muka sungai. Perhatian khusus harus diberikan pada lokasi bangunan pengambilan air, yang harus berada di kelokan luar sungai.

Tujuannya agar saluran masuk air irigasi masuk dengan lancar dengan mencegah sedimen di depan pintu masuk. Jika sebagian sungai berada di hulu lokasi bendung, niat ini akan lebih didukung. Terkadang ada kesulitan. Semua kondisi untuk pemilihan lokasi bendung telah terpenuhi, tetapi kondisi hidrolik buruk.

Jika Anda membutuhkan survei batimetri, untuk info lebih lanjut bisa klik disini.