Jasa Survei untuk Batimetri- Metode Akuisi Survei Hidrografi

Jasaukur.com – Jasa Survei untuk Batimetri. Zona intertidal ini memiliki hubungan dengan zona gelombang pecah yang dapat memberikan tantangan untuk hal akuisisi didalam data hidrografi yang meliputi garis pantai, topografi sampai dengan batimetri. Semua ini demi kepentingan penyediaan Peta Dasar.

Pada kesempatan kali ini mari kita bahas mengenai beberapa metode akuisisi untuk data yang bisa Anda gunakan di zona itu dengan disertai tinjauan kekurangan serta kelebihannya.

Jasa Survei untuk Batimetri- Metode Akuisi Survei Hidrografi

Jasa Survei untuk Batimetri – Survei Terestris

Pada survei terestris untuk bisa mendapatkan data dari hidrografi di zona intertidal dan sekitarnya hal tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan sebuah tongkat (pole) prisma yang biasa digunakan untuk survei dengan total station atau bisa juga menggunakan survei GPS yang mempuyai metode RTK (Real Time Kinematic).

Apabila survei dilakukan dengan menggunakan tongkat prisma dan juga total station, prinsip ini sama dengan survei dari topografi  yang membedakannya medan yang diukur biasanya digenangi oleh air.

Metode yang satu ini cukup aman untuk diterapkan di perairan atau di zona intertidal yang airnya memang tenang sehingga Anda tetap bisa memperhatikan kedalaman yang aman.

Bila dituntut dari kecepatan akuisisi datanya, maka metode yang satu ini memang memakan waktu yang cukup lama mengenai pergerakan kru yang membawa tongkat prisma tersebut.

Survei yang dilakuakan dengan menggunakan tongkat GPS berdasarkan metode RTK sudah menawarkan berbagai macam kelebihan dari segi kuantitas dan juga kecepatan saat akuisisi data. Tongkat GPS ini tentu saja dapat dipegang dengan tangan menggunakan tangan atau digunakan dengan menggunakan roda.

Hal yang perlu diingat bahwa metode yang sau ini akan aman apabila dilakukan untuk sebuah perairan yang termasuk ke zona intertidal yang airnya tenang supaya pengamat nanti bisa memperhatikan kedalamannya.

Penginderaan Jauh (Inderaja)

Pada penginderaan jauh baik dari segi sistem sensor aktif  ataupun dari segi pasif atau optik memang memberikan akuisisi untuk data garis air yang dapat mewakili garis dipantai secara sesaat. Analogi tekniknya dapat diperoleh jika ada rangkaian garis air yang mengacu pada siklus pasang surut jadi kontur kedalaman bisa diturunkan lagi.

Misi-misi dari satelit yang berbasis sistem optik contoh seperti Landsat 7, SPOT 7, IKONOS, Quickbird, GeoEye dan masih ada sistem lainnya ini dapat mengekstrak garis air dengan sesaat.

Selain itu, inderaja sensor juga akan aktif dengan baik apabila digunakan dengan wahana satelit contohnya seperti ERS-1 SAR, ALOS PALSAR hingga menggunakan wahana pesawat yang bisa memberikan akuisisi pada data siang serta malam kemudian berbagai macam cuaca sehingga nantinya rangkaian garis air akan didapatkan.

Garis pantai sesaat atau bisa disebut juga garis air ini memang didapatkan dari hasil ekstraksi daro citra ALOS PALSAR untuk wilayah Merauke yang kemudian direduksikan jadi sebuah garis pantai yang memiliki air tinggi dan juga air rendah kedua hal tersebut mengacu pada sebuah data pasang surut untuk daerah setempat dan DEM.

Pada garis air ini juga ditentukan dengan serangkaian titik – titik yang kemudian dilakukan ekstrak kemiringan untuk pantai. Dengan tunggang dari pasang surut yang Anda dapat, kemudian ditentukan sebuah titik potong pada garis pantai untuk kedudukan air yang tinggi dan juga air yang rendah.

Pecayakan Jasa Survey Batimetri pada kami, selain itu kami juga bergerak di bidang jasa survey Batimetri di kota lainnya dan jasa pengukuran lainnya. Untuk info lebih lanjut sikan klik Disini