Mengenal Proses Siklus Air dan Teknologi Hidroakustik

Jasaukur.com – Dikutip dari Hydrosphere Dynamics tahun 2018, proses siklus air merupakan gerakan rotasi air yang diwujudkan dengan mengubah air menjadi berbagai bentuk dan kembali ke bentuk aslinya. Siklus air dibedakan menjadi tiga siklus, yaitu siklus pendek, siklus sedang dan siklus panjang. Dalam hal ini, mari kita bahas siklus air dan teknologi hidroakustik secara lebih mendalam.

Mengenal Proses Siklus Air dan Teknologi Hidroakustik

Pengertian Teknologi hidroakustik

Teknologi akustik bawah air menggunakan fungsi pencarian suara bawah air yang kuat untuk mendeteksi, mengamati, dan menghitung parameter fisik dan biologis. Teknologi hidroakustik adalah metode yang banyak digunakan dalam survei sumber daya perikanan selama bertahun-tahun.

Penelitian di bidang akustik bawah air terus mengalami kemajuan yang signifikan. Berdasarkan teori dan rumus akustik bawah air, teknologi ini kini digunakan untuk mengklasifikasikan dan memetakan dasar laut. Hal ini didasarkan pada komposisi dasar yang sangat kompleks. Mulai dari substrat kecil hingga batuan seperti pasir, lumpur, tanah liat, karang. dan kesalahan.

Metode akustik bawah air dapat mengukur ukuran pantulan berbagai jenis partikel ke dasar air. Gelombang suara yang terjadi di permukaan antara kolom air dan dasar laut. Meliputi refleksi dan difusi di wilayah tersebut dan transmisi di medium kedua. Proses ini biasanya ditentukan oleh perbedaan impedansi akustik antara kedua media tersebut.

Konsep intensitas hamburan dibuat untuk mengukur hamburan dari dasar laut dan permukaan laut. Sedangkan intensitas hamburan balik mengacu pada bagian dari gelombang suara yang dipantulkan kembali ke pemancar dalam sistem sonar monostatik.

Single beam echo sounder

Intensitas energi suara yang dipantulkan dari dasar dengan menggunakan SBES telah digunakan untuk mengklasifikasikan jenis deep water bottom (ADS). Hasil kuantitatif pantulan suara dari dasar perairan menunjukkan adanya perbedaan energi. air (seperti pasir, lumpur dan suara tanah liat) memantul ke belakang.

Selain itu, hasil penelitian yang dilakukan oleh Hamuna menunjukkan bahwa terdapat perbedaan intensitas hamburan permukaan antara substrat berpasir dengan jenis substrat lainnya. Seperti koral dan pecahan koral. Salah satu alat untuk menentukan intensitas hamburan akustik adalah bunyi gema bim tunggal.

Pengeras suara gema bim tunggal adalah instrumen akustik bawah air paling sederhana, yang hanya memancarkan satu sinar untuk mendeteksi target di jalurnya. Walaupun memiliki keterbatasan dibandingkan dengan alat pengeras suara gema lainnya.

Menurut Anderson tahun 2008, penggunaan alat pengeras suara gema bim tunggal untuk survei substrat dasar perairan memiliki beberapa keunggulan, diantaranya adalah penggunaan alat. Kegunaan dan sudah banyak digunakan, efisiensi dan prosedur pemrosesan data standar, pengoperasian alat relatif, resolusi dan akurasi menghasilkan kesederhanaan dan akurasi tinggi.

Tujuan dari penelitian ini adalah menggunakan satu bim echo sounder untuk menganalisis nilai hamburan balik permukaan dasar berupa pasir dan lumpur. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi database tambahan tentang intensitas hamburan balik air akustik dasar.

Baca juga: 9 Macam Siklus Hidrologi Yang Wajib Anda Ketahui

Urgensi Zona Intertidal Pada Peta LPI Skala 1 : 10.000

Mengingat pentingnya penyediaan peta dasar LP1 dengan skala maksimal 1: 1: 1, maka dilakukan simulasi untuk menentukan lebar zona pasang surut, yang terdiri dari 3 (tiga) kursor pasang surut dan 6 (enam) buah kursor pasang surut. kursor pasang surut.) Kombinasi lereng yang berbeda ditentukan.

Dengan asumsi bahwa lima lereng ini mewakili Indonesia dan tiga puncak pasang surut, maka dapat diperoleh lebar zona intertidal (Tabel 3). Nilai final intertidal width nantinya dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam pemilihan resolusi citra sensorik yang akan digunakan. Beberapa citra satelit dapat diproses untuk menghasilkan DEM.

Lebar zona intertidal yang ditunjukkan dengan shading menunjukkan kemungkinan penggunaan DEM SRTM bila lebar zona intertidal melebihi resolusi spasial SRTM. Sedangkan untuk zona intertidal sempit, citra satelit resolusi menengah dan tinggi dapat dipertimbangkan.

Tersedia : Jasa Survei Batimetri Jasa Survey Batimetri terbaik.