jasa konsultan survey topografi tanah

CAKUPAN PEKERJAAN

Merupakan penggarukan permukaan aspal lama dan lapis pondasi sampai kedalaman 15 cm dan bahan-bahan tersebut dihancurkan sedemikian hingga setelah pemadatan tidak terdapat gumpalan atau partikel tunggal yang lebih besar dari 63 mm, dan fraksi yang tertahan 37,5 mm tidak melampaui 25% dari berat total. — baca juga konsultan survey topografi klik disini

TOLERANSI DIMENSI

Ketinggian akhir setelah pemadatan tidak boleh lebih tinggi dari elevasi yang ditentukan atau disetujui dan atau lebih rendah dua centimeter. Seluruh permukaan akhir harus cukup halus dan rata serta memiliki kelandaian yang cukup, untuk menjamin berlakunya aliran bebas dari air permukaan.

STANDAR RUJUKAN

Standar Nasional Indonesia (SNI) :

SNI 03-1743-1989 : Metode Pengujian Kepadatan Berat Untuk Tanah. (AASHTO T180 – 90)
SNI 03-2828-1992 : Metode    Pengujian Kepadatan Lapangan Dengan Alat Konus Pasir (AASHTO T191- 86)
SNI 03-1744-1989 : Metode Pengujian CBR Laboratorium.(AASHTO T193 – 81)

BAHAN

Bahan yang digunakan adalah perkerasan aspal lama yang digaru dan dicampur kembali dan dipadatkan. Setiap penggaruan dan pencampuran kembali harus dilaksanakan setengah badan jalan sedemikian hingga jalan tersebut dapat dibuka untuk lalu lintas sepanjang waktu.

Harus menjamin bahwa pekerjaan harus dijaga tetap kering segera sebelum dan selama pekerjaan penggaruan dan pencampuran kembali, dan formasi ini selama pelaksanaan harus memiliki lereng melintang yang cukup untuk membantu drainase badan jalan dari setiap curahan air hujan dan juga harus menjamin bahwa pekerjaan akhir mempunyai drainase yang baik.

Harus selalu menyediakan pasokan air yang cukup untuk pengendalian kadar air pekerjaan penggaruan dan pencampuran kembali selama operasi penghamparan dan pemadatan.

PELAKSANAAN

Bahan yang digaru harus dipindahkan dan disebar baik melintang maupun memanjang sepanjang jalan dan dipadatkan sebagaimana yang disyaratkan untuk Lapis Pondasi Agregat Kelas B. Bilamana diperlukan, bahan lapis pondasi bawah yang cocok harus ditambahkan dan dicampur kembali dengan bahan bongkaran tersebut.Lapisan tersebut harus dipadatkan sampai mencapai kepadatan minimum tidak kurang dari 96% dari kepadatan kering maksimum (SNI 03-1743-1989). CBR rendaman pada kepadatan 96% dari kepadatan kering maksimum tidak boleh kurang dari 35%. Bilamana diperlukan, maka Kontraktor harus menambah air ke dalam bahan tersebut, dicampur dan dipadatkan kembali, tanpa pembayaran tambahan, agar diperoleh kepadatan dan nilai CBR yang disyaratkan.

Dalam rekonstruksi perkerasan, Lapis Pondasi Atas lama, dipadatkan ulang sebagaimana yang disebutkan dalam Pasal ini, akan menjadi Lapis Pondai Bawah, dan permukaan formasi yang selesai dikerjakan harus memenuhi toleransi yang disyarat-kan dalam Pasal 3.4.1.(3) dari Spesifikasi ini.

PENGUKURAN oleh Konsultan survey topografi

Pengukuran Untuk Pembayaran

Kuantitas untuk Pengupasan Permukaan Aspal Lama dan Pencampuran Kembali harus diukur sebagai jumlah meter persegi formasi yang telah dipadatkan, selesai di lapangan dan diterima.

Dasar Pembayaran

Kuantitas yang diukur seperti ketentuan di atas, akan dibayar per satuan pengukuran sesuai dengan harga yang dimasukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga untuk Mata Pembayaran seperti terdaftar di bawah ini, dimana harga dan pembayaran tersebut sudah mencakup kompensasi penuh untuk seluruh pekerjaan dan biaya lainnya yang telah dimasukkan untuk keperluan pekerjaan tersebut seperti telah diuraikan dalam Seksi ini.

Nomor Mata PembayaranUraianSatuan Pengukuran
3.4Pengupasan Permukaan Aspal Lama dan Pencampuran Kembali (tebal 15cm)Meter Persegi

RANGKUMAN oleh Konsultan survey topografi

Spesifikasi untuk pekerjaan tanah mencakup pekerjaan penggalian, penimbunan, pekerjaan penyiapan badan jalan, penanganan pembuangan atau penumpukan tanah, batuan dan bahan lain dari jalan.

Pekerjaan penggalian harus mengikuti prosedur yang dibutuhkan dalam spesifikasi yaitu penggalian pada tanah dasar perkerasan dan bahu jalan, berm, selokan talud, serta prosedur penggalian untuk saluran dan pipa ,perkerasan aspal serta sumber bahan yang dipergunakan.

Untuk   pekerjaan        tanah timbunan          mencakup       pengadaan      bahan pengangku – tan, penghamparan dan pemadatan yang harus dilakukan sesuai spesifikasi dan standar yang telah ditetapkan.

Pekerjaan penyiapan badan jalan yang mencakup pekerjaan penyiapan, penggaruan dan pemadatan permukaan tanah atau permukaan jalan kerikil lama atau lapis macadam yang rusak berat harus dilakukan sesuai dengan standar dan spesifikasi dalam prosedur pelaksanaan serta bahan yang dipakai juga harus sesuai dengan persyaratan spesifikasi teknis.

Untuk pekerjaan Geotekstil bahan yang digunakan harus sesuai dengan standar yang telah ditentukan sesuai kondisi lapangan serta harus dapat memberikan nilai kekuatan fisik dan mekanis untuk menjamin kualitas hasil pekerjaan dan mutu bahan yang dipergunakan agar mampu memberikan jaminan terhadap hasil produk yang dihasilkan .

Demikian penjelasan mengenai pekerjaan pembersihan lapisan perkerasan lama oleh admin jasa konsultan survey pengukuran topografi, untuk konsultasi lebih lanjut mengenai pekerjaan jalan klik disini, untuk rental alat berat klik disini.