Survei batimetri Surabaya – Menggunakan Jetski Batimetri

Jasaukur.com – Survei Batimerti surabaya. Melakukan kegiatan pemetaan air, mengumpulkan datanya, dan melihat kondisi perairan merupakan kegiatan yang dilakukan pada saat survey batimetri. Data yang dikumpulkan tadi langsung diolah, sambil dievaluasi dan nantinya akan disajikan dengan bentuk buku, bisa juga peta laut dan isinya juga ada informasi mengenai kelautan.

Produk tersebut selanjutnya digunakan gunak kepentingan untuk pembangunan dan lainnya. Untuk survei ini tentu saja ruanglingkupnya ada di sungai, waduk, perairan, pantai, laut, sampai ke permukaan dan dasar laut.

Survey ini dilakukan untuk mengetahui data kedalaman atau bisa juga topografi dasar laut, data ini juga termasuk lokasi hingga luasan berbagai obyek yang ada di dalamnya. Dalam sebuah Survey batimetri menggunakan metode akustik biasanya ada sebuah alat yang digunakan yaitu echosounder.

Akuisisi data dengan menggunakan GPS Garmin 585, alat ini dilengkapi dengan sensor Echosounder. Alat canggih yang satu ini dapat merekam data pada kedalaman 1m sampai dengan 500m. Untuk waktu perekamannya dapat disetting sesuai kebutuhan, speed, kebutuhan, serta kondisi pada saat berasa di lapangan.

Survei batimetri Surabaya – Menggunakan Jetski Batimetri

Survey batimetri Menggunakan Jetski Batimetri

Jika survey sebelumnya menggunakan metode terestris dengan GPS RTK, hal ini masih memiliki kekurangan. Untuk menutupinya yaitu dengan menggunakan wahana jetski atau orang- orang biasa menyebutnyadengan jetksi batimetri. Perbedaan pada sistem Jetski Batimetri dan juga sistem GPS RTK yang menggunakan tongkat yaitu pengukuran pada kedalamannya menggunakan sebuah alat yaitu perum gema atau bisa disebut juga echosounder, sedangkan untuk receiver GPS dimanfaatkan untuk menentukan dimana posisi horisontal untuk jetski secara RTK.

Sistem untuk Jetksi Batimetri ini memang menawarkan beberapa kecepatan dan kuantitas akuisisi untuk data hidrografi. Alat ini dapat bergerak didalam perairan yang sangat dangkal, kedalamnya bisa kurang dari <0.5m.

Dengan kedalaman yag rendah apabila menggunakan metode ini pengukurannya masi bisa dilakukan dengan posisi horisontal. Pada zona gelombang pecah, sistem yang satu ini bisa bekerja dengan sangat baik yang terpenting operator yang menjalankannya merupakan operator yang handal.

Baca juga: SURVEY BATIMETRI SUNGAI DAN KEDALAMAN LAUT

Sistem yang satu ini sudah sangat mendukung akuisisi data untuk hidrografi baik pada zona intertidal hingga zona gelombang pecah. USV Batimetri keselamatan untuk operator tentu jadi perhatian yang paling utama, maka dari itu wahana air yang tanpa awak ini bisa menjadi sebuah solusi.

Sistem yang satu ini merupakan kapal yang memiliki model yang panjangnya mulai dari 0.7 m hingga mencapai sekitar 3 meter. Kapal besar yang tidak memiliki awak. Sistem untuk survei ini juga sudah dilengkapi dengan USV. Sistem yang sangat lengkap dan juga pastinya canggih. Kapal ini sudah dilengkapi dengan GPS, radio transmisi data, sensor kedalaman, penyimpan data, dan catu daya.

Untuk melakukan survei pada zona perairan yang dinamik, memang dibutuhkan berbgai peralatan elektronik yang dimiliki kapal yang kedap air. Untuk dua sistem USV yang lain haruss mendukung pengambilan data di dalam perairan yang cukup tenang.

Kesimpulan

Semua sistem ini bisa digunakan dengan kedalaman < 0.5 m. Light Detecting and Ranging untuk Batimetri yaitu sebuah teknik akuisisi data untuk kedalaman yang sudah dilengkapi fitur sensor aktif seperti Radio Detecting and Ranging yang terdapat dipesawat.

Pada sistem yang satu ini juga mensyaratkan perairan yang cukup jernih. Sistem yang satu ini juga dirasa cukup fleksibel, karena pengukuran di darat atau laut dapat dilakukan secara integral. Sistem yang ada juga bisa mendeteksi dengan sangat baik untuk topografi sampai batimetri pada sekitaran zona intertidal.

Untuk informasi lainnya mengenai survei Anda bisa menghubungi jasaukur.com