Jasaukur.com – Survei Batimetri untuk Jakarta. Membuat bendungan tentu saja tidak dapat dilakukan secara sembarang. Terdapat beberapa ketentuan yang perlu Anda penuhi. Pada kesempatan kali ini jasaukur.com akan membahasnya untuk Anda.

Survei Batimetri untuk Jakarta. Pengaruh regime sungai

Dalam penentuan lokasi bendung, rezim sungai memiliki pengaruh yang cukup besar. Manifestasi dari individualitas rezim sungai adalah perubahan geometri sungai yang baik.

Akibat gerusan dan penurunan muka sungai, kemiringan horizontal ke kiri, kanan atau vertikal; di daerah pegunungan yang kemiringan bendungannya sangat besar, akibat erosi bendungan, kecenderungan gerusan ini akan muncul.

Resistensi dan aliran sungai yang cukup besar. Sebaliknya, untuk daerah dataran yang kemiringan sungainya biasanya kecil, sedimen akan terlepas, dan sedimen tersebut akan terbawa air ke sedimen besar di dekat bendung. Bendung tidak lepas dari dampak sedimen atau erosi sungai.

Kecuali bendung ditemukan di daerah pegunungan, dasar sungai bendung terbuat dari batuan padat, sehingga batuan tersebut memiliki ketahanan yang cukup besar terhadap erosi air, sehingga saluran hampir tidak berpengaruh pada lokasi bendung. Hindari lokasi yang sungai tiba-tiba miring, karenaakan banyak terjadi sedimen atau erosi.

Mengubah lereng dari besar ke kecil akan mengurangi hambatan air dan air akan melepaskan sedimen dari hulu, sebaliknya mengubah lereng dari besar menjadi besar akan menyebabkan erosi pada bendung. Meski semuanya bisa diatasi dengan teknologi rekayasa hidrolik, hal ini tidak disukai karena membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Survei Batimetri untuk Jakarta. Tingkat kesulitan saluran induk

Lokasi bendung akan tergantung pada arah kompartemen bagasi. Dalam pemilihan lokasi bendung di kaki gunung, saluran utama biasanya berupa saluran kontur di kaki gunung, dan pelaksanaannya tidak terlalu sulit.

Namun secara umum ketinggian puncak bendung sangat terbatas sehingga cakupan pelayanan irigasi juga sangat terbatas. Penyebabnya adalah ukuran bendung dibatasi 6-7 meter. Untuk mengejar ketinggian guna mendapatkan wilayah pelayanan yang lebih luas, posisi bendung biasanya digerakkan ke atas.

Dalam hal ini, saluran utama harus mengikuti tebing yang terjal dan menjalani penggalian yang cukup banyak. Selama penggalian 8 meter dan tiang pancang 6 meter, pembangunan saluran utama tidak akan terlalu sulit.

Tapi yang harus diperhatikan adalah Sejumlah besar batuan yang digali dengan teknologi peledakan akan sangat mahal, dan jika memungkinkan, hindari menggunakannya.

Jika keadaan ini ditemukan, maka posisi bendung akan dipindahkan sedikit ke hilir untuk mendapatkan solusi kompromi antara luas yang diperoleh dan kesulitan saluran utama. Catu daya: Pilih lokasi bendung sehingga pembangunan batang di dekat bendung tidak terlalu sulit atau terlalu mahal.

Hindari berjalan di sepanjang tebing yang curam, terutama tebing batu. Ketinggian galian tebing saluran utama harus kurang dari 8 m, dan tinggi tiang pancang harus kurang dari 6 m.

Survei Batimetri untuk Jakarta. Ruang untuk bangunan pelengkap bending

Ruang bangunan paviliun melengkung Meskipun dijelaskan pada poin 1 bahwa lembah sempit merupakan pertimbangan topografi yang paling sempurna, kebutuhan ruang untuk bangunan bendung pelengkap juga harus diperhatikan.

Survei Batimetri untuk Jakarta. Area layanan irigasi

Pemilihan lokasi bendung harus sesuai dengan wilayah pelayanan irigasi agar pembangunan irigasi dapat dilaksanakan. Posisi bendung di bagian hulu akan memperoleh wilayah pelayanan yang lebih luas yang membentang di bagian hilir bendung.

Namun demikian, demonstrasi telah dilakukan untuk melihat keterkaitan antara ketinggian wilayah pelayanan irigasi. Bendung tertentu terkadang menemukan pemukiman seluas 1m, yang dapat menghemat biaya pengembangan dan hanya mengakibatkan pengurangan luas wilayah puluhan hektar.

Oleh karena itu, sebelum mengambil keputusan akhir, perlu dilakukan kajian kombinasi ketinggian bendung dan luas wilayah pelayanan irigasi. Wilayah pelayanan irigasi: Lokasi bendung harus mampu menyediakan wilayah pelayanan yang sesuai terkait dengan kelayakan sistem irigasi.