Jasa Survei untuk Batimetri- Metode Akuisi Survei Hidrografi

Jasaukur.com – Survei Batimetri Untuk Surabaya. Saat melakukan pengukuran cahaya bawah laut tentunya tidak dapat Anda lakukan dengan sembarangan. Karena semua ini akan berpengaruh terhadap hasilnya nanti. Jadi supaya nanti hasil yang Anda dapatkan ini maksimal sebaiknya Anda simak penjelasan di bawah ini ya.

Pada kesempatak kali ini jasaukur.com akan berbagi informasi kepada Anda mengenai pengukuran cahaya laut dana pa saja yang harus dipersiapkan saat melakukan pengukuran cahaya laut. Yuk langsung saja kita simak penjelasannya.

Survei Batimetri Untuk Surabaya – Alat Pengukuran Cahaya Laut

Alat yang digunakan untuk pengukuran cahaya bawah air dibagi menjadi tiga kategori, diantaranya ada:

Transmissometer Sinar

Sebuah transmissometer sinar, yang mengukur redaman paralel (dilemahkan) cahaya dari sumber intensitas yang diketahui dalam jarak tetap. Rahasia intensitas cahaya pada sumber dan penerima (dipisahkan oleh jarak yang diketahui) dapat langsung mengukur koefisien redaman cahaya langsung, yaitu persentase kehilangan intensitas cahaya per meter jarak (desimal).

Radiometer

Radiometer menerima cahaya datang dari segala arah. Bola atau belahan teflon biasanya menerima cahaya, dan bola mengukur radiasi cahaya sekitar yang mengalir turun dari permukaan, yaitu radiasi ke bawah.

Dengan mengukur intensitas cahaya pada kedalaman yang berbeda, koefisien atenuasi dari radiasi aliran bawah non-arah (dalam hal ini, koefisien atenuasi difusi) dapat ditentukan.

Ini adalah faktor yang tepat untuk studi produksi fotosintetik utama, karena ini terkait dengan penurunan eksponensial dalam intensitas penyinaran hilir dan kedalaman selanjutnya dari zona cahaya.

Pengukur Turbiditas

Pengukur turbiditas atau pengukur turbiditas secara langsung mengukur difusi di dalam air. Sinar collimated menerangi volume air tertentu yang menyebarkan cahaya ke segala arah. Penerima ditampilkan di tengah distribusi volume dan dapat diputar mengelilinginya sehingga kehilangan hamburan dapat ditentukan sehubungan dengan arah cahaya.

Ketika tingkat distribusi terkait dengan jumlah padatan tersuspensi di dalam air, pengukur kekeruhan memberikan pengukuran kekeruhan, yaitu konsentrasi padatan tersuspensi. Turbidimeter digunakan untuk mengukur konsentrasi sedimen tersuspensi di laut dalam dan memberikan informasi tentang distribusi dan kecepatan arus bawah.

Cakram secchi adalah pelat bulat datar dengan diameter 20-30 µm, semua putih atau dua kuadran dicat hitam, dan dua kuadran dicat putih. Tempatkan secara horizontal di dalam air agar tidak terlihat. Kedalaman di mana hal ini terjadi disebut Kedalaman Seki, dan ini tergantung pada kekeruhan air. Cakram Secchi murah dan mudah dibuat, dan ahli kelautan telah lama menggunakannya sebagai alat pengukuran cepat untuk kecerahan.

Alasan kedalaman Secchi dapat mengukur jumlah dua koefisien adalah karena cakram harus diterangi (melalui radiasi ke bawah yang terkait dengan koefisien kepunahan) dan diamati (melalui cahaya langsung yang terkait dengan koefisien atenuasi). Hubungan empiris yang mengarah ke cakram Secchi digunakan untuk menghitung dua parameter berguna di bagian atas kolom air:

Kedalaman zona fotik = 3Z. (5.2)
Visibilitas horisontal bawah air= 0,7Z. (5.3.)

Visibilitas ini artinya adalah jarak kontras dari benda hitam hingga nol dan juga hilang. Visibilitas ini memiliki hubungan dengan koefisien atenuasi. Jadi cahaya langsungnya akan lebih mempengaruhi K, jika di bandingkan dengan kekeruhan air.

Selain itu kontras di bawah air juga tergantung pada sudut pandannya, jadi untuk visibilitas secara horizontal ini tidak perlu sama dengan visibilitas penglihatan yang ke atas atau penglihatan yang ke bawah.

Pada akhirnya tidak terdapat temperature atau salitas untuk air laut yang berpengaruh pada fenomena yang satu ini.